Tentang

Sangsaya dalu araras abyor sang lintang kumedhap; titi sonya madya ratri lumrang gandaning puspita …; sang dwijawara mbrengengeng; lir swaraning madu branta; manungsung sarining kembang…

***

Suluk: Apa Itu?

Suluk adalah nyanyian vokal yang dilantunkan oleh sang dalang untuk memberikan suasana tertentu dalam adegan-adegan pertunjukan wayang. Suluk berisi tembang-tembang dalam bahasa Jawa. Suluk dapat berisi puji-pujian, mantra, dan petuah. Syair suluk bersumber dari tembang atau kakawin, yang berupa sekar ageng, sekar tengahan, dan sekar macapat. Suluk menjadi keahlian khas seorang dalang dan merupakan ciri khas pentas wayang. Ketepatan dalam melafalkan dan menyanyikan suluk sesuai dengan nada gamelan adalah mutlak dalam pendidikan pedalangan. Tiap wilayah budaya memiliki istilah khusus untuk menyebut suluk. Ketika seorang dalang melantunkan suluk, iringan gamelan mengalun pelan dan samar-samar. Sang dalang sendiri melantunkan suluk sambil mengetok-ngetok kotak penyimpanan wayang dan membunyikan kepyak. Dalam kondisi tertentu suluk dapat dilantunkan oleh sinden atas perintah dalang.

Arti Suluk

Suluk atau sulukan berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah ajaran yang berhubungan dengan mistik Jawa. Suluk biasanya berbentuk tembang seperti, Suluk Wujil, Suluk Dewa Ruci, dan Suluk Malang Sumirang. Namun, dalam pentas wayang artinya menyempit menjadi lagu yang dilantunkan oleh dalang sekalipun isi yang esensial dari keduanya mirip.

Jenis-jenis Suluk

Setiap wilayah budaya memiliki beragam jenis sulukan dengan istilahnya masing-masing. Misalnya, di wilayah Surakarta sulukan dibagi dalam tiga jenis, yaitu: pathetan, sendhon, dan ada-ada. Di wilayah Yogyakarta, sulukan berbentuk: lagon, kawin, ada-ada, dan sendhon. Sementara di wilayah Jawa Timur suluk terdiri dari sendhon dan gurisa atau greget saut.

Jenis suluk yang berkembang di wilayah Surakarta:

  • Pathetan, merupakan jenis suluk yang memberi kesan wibawa, tenang dan mantab. Instrumen yang mengiringinya adalah rebab, gender, gambang, dan suling.
  • Sendhon, jenis suluk yang memberikan kesan suasana sendu, haru, dan susah. Tempo suluk sendhon pendek-pendek. Iringan yang digunakan sama dengan pathetan hanya tidak dengan rebab.
  • Ada-ada, merupakan jenis suluk yang membangun suasana tegang, penuh semangat dan berkobar. Ada-ada diiring gender, kempul, gong dan kadang-kadang muncul suara kendang.

**********

Rujukan Artikel: Suluk dalam Wikipedia.

 

Spread the love